Archive for uncategorized

Antara Tepung

Antara Tepung Beras, Tapioka, dan tepung Terigu ternyata beda Jendral!

Niat mau bikin bakwan, malah jadi cireng+sayur.

Kirain tepung sama aja. Berhubung lagi percobaan, waktu di supermarket, gw ambil aja yang isinya paling banyak. Ternyata yang kebeli tepung tapioka. Curiga waktu bikin adonannya ko kental banget. Jadi percaya setelah digoreng.  Semakin percaya setelah dimakan. Cireng: Aci digoreng.

Comments (7)

Kalo memang butuh alasan yang bagus buat ngebunuh seseorang, gua rasa sekarang gua punya alasan itu.

Leave a Comment

Pilihan

Tidak memilih di antara pilihan yang ada sebetulnya adalah juga sebuah pilihan.

Comments (1)

Karena bukan Bekerja Keras, tapi Keras dulu baru Bekerja, maka dengan ini saya mendukung Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Comments (2)

Undangan Resepsi Pernikahan
[Hari, Tanggal Bulan Tahun]

Kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr(i)Pada acara Pernikahan antara [MempelaiPria] dengan [MempelaiWanita]*

Yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: [Hari, Tanggal]
Tempat: [Tempat]
Waktu: [Waktu]

Demikian surat undangan ini kami sampaikan dan kehadiran
Bapak/Ibu/Sdr(i) adalah sesuatu kehormatan yang sangat tinggi bagi
kami dan kedua mempelai

*dalam konfirmasi

=))

Comments (7)

“Mba.. mba.. lain kali..  kalo risih dilihatin sama orang-orang, jangan pake baju yang pakaiannya terbuka..”

Saya,
di dalam hati, berbicara sebagai penengah antara mba2 dan orang2 yang ngelihatin, dan ikut ngelihatin juga sebentar. :D

Comments (10)

Naek angkutan umum, tua di jalan..
Naek Busway, tua di halte..

Comments (6)

Dari sedikit kombinasi Band dan Album yang bisa asik didengerkan terus menerus sambil kerja tanpa mengganggu, sejauh ini, ini adalah salah satunya, yang terbaik: Maliq and the Essentials.

Masih Tersimpan

Masih kuingat masa indah denganmu
Tak akan dapat aku melupakan
Jika kuingat apa yang kurasakan
Tak dapat dengan kata kujelaskan

Terlalu indah untuk aku lupakan
Masa-masa yang tlah terlewati
Terlalu indah sayang untuk aku lupakan
Oh kasih..aku rindu dirimu

Saat kupejamkan mataku
Engkau hadir dalam mimpiku
Dikala waktu kita masih bersama
Jelas tergambar senyumanmu
Jelas terlukiskan wajahmu
Dihatiku..masih tersimpan dirimu

Harus aku berlari
Harus kucari pengganti
Untuk menghindari dirimu
Agar kumelupakan
Agar dapat kulepas darimu..sayang
Aku sunggunh-sungguh

Oh..kasih
hingga kini tak terhapus kenanganmu
ingin..kusimpan didasar lubuk hatiku

Comments (1)

A
SYSTEM-X: 253
SYSTEM-Y: 108
—————–
361

B
SYSTEM-X: 217
SYSTEM-Y:   67
—————–
284

I dont think it’s fair enough.

Leave a Comment

trauma

Setiap orang pasti punya batas ketakutannya tersendiri terhadap sesuatu. Tidak bisa disamakan batas ketakutan antara satu orang dengan orang yang lainnya. Sesuatu yang tidak menakutkan bagi seseorang belum tentu tidak menakutkan juga bagi orang lain, bisa jadi justru hal tersebut adalah hal yang paling menakutkan untuk orang lain.

Sewaktu kecil dahulu, aku pernah pernah menonton sinetron amerika tentang badut yang berjudul IT (bukan AYTI lho, ini ITH, saplak yang salah baca). Aku lupa persisnya sinetron ini bercerita tentang apa, yang aku ingat dalam film seorang badut yang biasanya lucu berubah menjadi sangat teramat sadis. Hal tersebut karena, lagi-lagi kalo gag salah, badut tersebut menculik anak-anak seumuran aku (waktu itu, nyong) untuk dijadikan bahan membuat eskrim.

Badut jelek itu lebih dari ketakutanku, badut itu telah menjadi trauma. Akibatnya aku menjadi tidak berani untuk pergi sendiri pada saat gelap, tidak berani untuk minum eskrim (yang ini bohong), bahkan aku takut untuk melihat badut-badut. Jangankan untuk melihat secara langsung, melihat foto seorang badutpun dapat membuatku lari terbirit-birit hingga terkencing-kencing.

Ketakutanku terhadap badut IT berhenti untuk beberapa saat yang lalu, hingga 2 hari yang lalu aku menemukan sesuatu hal yang JAUH lebih menakutkan dan JAUH lebih membuat trauma.

Comments (2)