Archive for Mood Love

Santamonica

Berawal dari acara musik tahunan di Bangkok, Melody of Life, berakhir dengan kesan yang mendalam pada duo band suami-istri Santamonica. Melody of Life, acara 2 hari yang silih berganti menghadirkan musisi lokal dan luar negri di arena Central World.  Acara ini sudah menginjak pergelaran pada tahun ke-3 untuk tahun ini.

Santamonica merupakan perpaduan antara Joseph Saryuf (Iyup) dan Anindita (Dita) yang pada perjalanannya kemudian mereka memutuskan untuk menikah. Pada akhirnya memang mayoritas vocal dibawakan oleh Dita, sedangkan Iyup berada dibelakang meja DJ dan memetik Gitar. Namun ada saatnya Iyup juga ikut menyumbangkan suaranya di beberapa lagu, dan bahkan ada saatnya mereka tampil berduet. Di saat Iyup memegang kontrol di vocal, posisi mereka akan bergantian, Dita-lah yang anak berada di belakang meja DJ. Suatu perpaduan yang unik.

Hadir pada puncak acara malam pertama, Santamonica dengan musiknya yang kaya akan alunan dari bebebagai aliran musik menghibur publik Bangkok yang pada saat itu dipenuhi mayoritas oleh anak muda. Tidak butuh banyak alunan lagu untuk membuat orang berdecak kagum akan kemampuan musikalitas mereka, cukup dengan satu lagu, dan publik terbawa pada dunia Santamonica.

Diantara semua kelebihan yang mereka tawarkan pada penampilan live mereka malam itu, ada beberapa kekurangan yang tampak nyata. Dita terlihat sangat kelelahan untuk berlari membawakan beberapa lagu seperti pada layaknya sebuah konser. Disamping itu, aksi panggung tampak minim ditampilkan. Seharusnya, dengan dentuman musik yang ada ditambah dengan aksi panggung yang memukau, suasana bisa lebih terbakar.

Satu diantara lagu-lagu mereka yang luar biasa, Dew.

I wanna relish the moment
when we’re lying in my bed
smoking watched the sun rising
and inhaling each other’s scents

Open the windows
and let the breeze touch our skin
Open your eyes
let’s make it worth waiting

Your whispers were spellbinding
Your kisses infatuating
Your caress was my oasis

Your whispers were bewitching
Your kisses mesmerized me
Your caress was my oasis

When I gently touched your hair
I could feel you’re shivering
As you moved your body closer
I could teel that love had come

Comments (1)

13/09/2005

biar diri tertatih memapah cinta, tak mengapa..
asal kau mau menyangga berdua.

biar diri terantuk duka dunia, tak mengapa..
asal kau mau jalani  bersama.

asal berdua,
itu saja..

Comments (7)

28/07/2004

semalam tanya menyiksa..
“Apa cinta? Apa masih cinta?”

lalu tanya bergumul waktu…..
“Kapan cinta? Apa pernah cinta?”

kutampar tanya, dan teriak dikupingnya:
“CINTA APA? BUKAN SEMBARANG CINTA!”

Comments (3)

27/04/2004

rindu penuhi udaraku..
satu, dua hembus nafas desahkan cinta..

dadaku sesak..
sesak diburu cinta menggebu..

cintaku membumbung..
menyerbu..
berdesakan dengan rindu-rindu..

*kerja ooiii*

Comments (3)

14/12/2003

Pabila jauhkan hati,
tak hilang jiwa mencinta..

Pabila mengusung  sendu,
tak jua  rindu meluruh..

Entah cinta atau sungguh cinta,
ronamu hangatkan rongga jiwa..

Comments (2)

trauma

Setiap orang pasti punya batas ketakutannya tersendiri terhadap sesuatu. Tidak bisa disamakan batas ketakutan antara satu orang dengan orang yang lainnya. Sesuatu yang tidak menakutkan bagi seseorang belum tentu tidak menakutkan juga bagi orang lain, bisa jadi justru hal tersebut adalah hal yang paling menakutkan untuk orang lain.

Sewaktu kecil dahulu, aku pernah pernah menonton sinetron amerika tentang badut yang berjudul IT (bukan AYTI lho, ini ITH, saplak yang salah baca). Aku lupa persisnya sinetron ini bercerita tentang apa, yang aku ingat dalam film seorang badut yang biasanya lucu berubah menjadi sangat teramat sadis. Hal tersebut karena, lagi-lagi kalo gag salah, badut tersebut menculik anak-anak seumuran aku (waktu itu, nyong) untuk dijadikan bahan membuat eskrim.

Badut jelek itu lebih dari ketakutanku, badut itu telah menjadi trauma. Akibatnya aku menjadi tidak berani untuk pergi sendiri pada saat gelap, tidak berani untuk minum eskrim (yang ini bohong), bahkan aku takut untuk melihat badut-badut. Jangankan untuk melihat secara langsung, melihat foto seorang badutpun dapat membuatku lari terbirit-birit hingga terkencing-kencing.

Ketakutanku terhadap badut IT berhenti untuk beberapa saat yang lalu, hingga 2 hari yang lalu aku menemukan sesuatu hal yang JAUH lebih menakutkan dan JAUH lebih membuat trauma.

Comments (2)

konon katanya

Konon katanya orang bijak jaman dulu bilang gini:

jangan main api, nanti kebakaran..

jangan main air, nanti kebanjiran..

seseorang yang mengejar dua kelinci secara bersamaan, pada akhirnya tidak akan mendapatkan apapun..

Hahaha.. maen DotA aja yukkk..

Comments (1)

Maliq n d’essentials:Sampai Kapan

menantikanmu dalam jiwaku
sabarku menunggu
berharap sendiri
aku mencoba
merindukan bayanganmu
karena hanyalah bayanganmu yang ada

hangat mentari dan terangnya rembulan
mengiringi hari-hariku yang tetap tanpa kehadiranmu
indahnya pelangi yang terbit kala sinar matamu
menembus relung hatiku

pantaskah diriku ingin mengharapkan
suatu yang lebih dari hanya sekedar perhatian
dari dirimu yang kau anggap biasa saja
atau mestikah ku simpan dalam diri
lalu kuendapkan rasa ini terus selama-lamanya

diriku cinta dirimu
dan hanya itulah satu
yang aku tak jujur kepadamu
kuingin engkau mengerti
mungkinkah engkau sadari
cinta yang ada di hatiku
tanpa sepatah katapun ku ucapkan padamu

oh sayang
dapatkah aku memanggilmu sayang

sampai kapan
akupun tak sanggup tuk pastikan
kudapat memendam seluruh rasa ini

dengarlah jeritan hatiku untukmu oh
dan aku ingin engkau mengerti apa yang dihatiku
sanubariku kita kan berdua selamanya

Comments (4)