Ya. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan nasib kapten Timnas Prancis di final piala dunia 2006. Pertandingan final yang juga sekaligus merupakan penampilan terakhirnya di lapangan hijau harus berakhir tragis. Penampilannya yang sangat cemerlang di 110 menit waktu pertandingan normal dan perpanjangan waktu seolah tertutupi oleh tindakkannya yang menanduk dada pemain lawan. Terlepas alasan yang ada dibaliknya, tindakan tersebut harus dibayar dengan sangat mahal.
Akhirnya, bukan peluit panjang yang menjadi tanda pensiunnya seorang jenius sepakbola modern, melainkan sepucuk kartu berwarna merah yang mengakhiri kariernya di lapangan hijau untuk selamanya. Semenjak saat itu, harapan-harapan banyak orang kepadanya untuk membawa pulang kembali trofi terprestisius sejagad raya mulai terbang, mengambang seiring dengan detik-detik yang berlalu.
Lawanlah yang pada akhirnya mendapatkan trofi diperebutkan setelah melalui drama yang sangat menegangkan.
–
Selamat untuk Italia yang menggenggam trofi Piala Dunia untuk yang keempat kalinya sepanjang sejarah. Kapan ya, timnas Inggris bisa adu penalti sehebat Italia semalem? Sakti euy, masup semua..