Archive for October, 2005

ribut part II

mumpung kejadiannya masih segar dalam ingatan, tidak ada salahnya dituang ke dalam pensieve. sekalian untuk berbagi cerita dengan yang lain.

kemarin, hari jumat, seperti biasa aku harus mengantarkan pacar pulang ke rumahnya di daerah sungai bambu, plumpang, tanjung priok. dari depok, dengan menggunakan bus patas AC 82, sampai ke daerah permai berjalan baik-baik saja.

dari daerah permai, perjalanan ke rumah pacar harus dilanjutkan lagi dengan menggunakan angkutan kota dengan nomer 03. aku lupa trayeknya tapi yang jelas angkutan kota tersebut melewati dareah sungai bambu. daerah sungai bambu sebetulnya sudah terlewati ketika dalam perjalanan bus 82, namun tidak bisa dilalui karena perjalanan yang dilalui dengan melalui tanjakan yang berlanjut hingga ke daerah permai.

sebetulnya, ada persimpangan ketika keluar dari tol, sehingga bus 82 tersebut bisa melewati daerah plumpang, namun entah karena alasan apa yang jelas bus tidak pernah melewati persimpangan itu, melainkan memilih jalan yang melewati tanjakan, meskipun arahnya sama. yang membedakan hanyalah bila perjalanan dilakukan lewat plumpang, maka bus akan lewat bawah. padahal bila bus 82 tersebut melewati daerah plumpang akan banyak pengehematan yang dapat dilakukan, terutama penghematanongkos untuk menggunakan angkutan kota. aku yakin akan banyak orang yang berpendapat sama.

jadi perjalananku dengan menggunakan angkutan kota 03, merupakan perjalanan balik arah. karena hari pada saat itu cukup panas, padahal ketika berangkat dari depok cuaca sudah gerimis, maka aku dan pacar memutuskan untuk memcari angkutan kota yang tidak nge-tem dengan harapan lebih cepat sampai. tak berselang lama menunggu akhirnya datang juga angkutan kota 03 yang ditunggu-tunggu. tanpa berpikir panjang, aku dan pacar menaiki angkutan kota tersebut.

perjalanan dari daerah permai ke rumah pacarku mungkin hanya sekitar 5 km. buat yang tidak bisa mengira-ngira seberapa jauh 5 km, bayangkan perjalanan dari halte UI sampai ke Lenteng Agung. dengan berbekal pengalaman perjalanan sebelumnya, aku dan pacar, masing-masing menyiapkan uang Rp. 2000. padahal dengan berkaca dari domisiliku yang tinggal di daerah depok, perjalanan sejauh itu maksimal ongkos yang dikeluarkan Rp. 1500 karena jarak dekat. ongkos tersebut sudah dihitung dalam kerangka kenaikan BBM karena biasanya hanya Rp. 1000. dan memang dalam beberapa kali perjalanan, dengan menggunakan ongkos Rp. 1500 supir-supir tersebut tidak protes. mungkin hanya satu dua yang protes, oleh karena itu kami menyiapkan uang Rp. 2000, bila ada supir yang protes.

untuk perjalanan kali inipun, aku menyiapkannya dengan jumlah Rp. 3000 untuk dua orang, dan Rp. 1000-nya aku simpan bila sewaktu-waktu ada supir yang protes. selama perjalanan berkal-kalii, si supir tidak sabaran dengan mengebut, dan meng-klakson seenaknya. tanpa bermaksud bermain suku, tapi aku yakin supir tersebut orang batak, karena sewaktu ketika meng-klakson, supir tersebut menggerutu dengan logak batak.

ketika perjalanan tiba ditempat tujuan, seperti biasa akupun membayar Rp. 3000 untuk dua orang. biasanya hanya satu dua supir saja yang protes, dan memintanya dengan baik-baik aku pasti membayar kurangnya. namun untuk perjalanan terakhir, supir tersebut protes dan ditambah dengan protesnya dengan nada yang merendahkan. pertama-tamanya aku tanya baik-baik:

aku : “bang, emang berapa?”

dengan nada emosi,
supir : “LU TINGGAL DIMANA SI? GINIAN AJA MASIH TANYA?”

aku : “bang, saya tinggal bukan disini. saya kadang-kadang aja ke sini. jadi berapa bang?”

supir : “DUA SETENGAH SATU ORANG!!”

aku yang tidak terima dipermaikan mulai panas,
aku : “eh, bang biarpun jarang kesini tapi saya tau paling malah dua ribu satu orang”

lalu aku berikan Rp. 1000 sisanya ke supir tersebut. bererapa saat kemudian, supir tersebut memanggilku lagi dengan teriakan,
supir : “OOOIIII!!! KURANG NEEHH!!”

aku yang udah terlanjur emosi,
aku : “APA LAGI BANG? PALING MAHAL JUGA SEGITU!!”

kemudian berulang-ulang si supir mengatakan,
supir : “HEH!! TANYA AJA SAMA SUPIR-SUPIR YANG LAIN!!”

mulai dari sini si supir mengambil ancang-ancang ingin turun. lalu langsung aku potong,
aku : “SAMA YANG LAIN JUGA BIASANYA MAU SERIBU LIMARATUS!! PALING MAHAL DUA RIBU!!”

pacarku yang melihat kejadian itu lalu mencoba mengalah. disamping cuaca yang cukup panas, dan mengingat sedang berpuasa maka aku mengalah dengan menambahkan lagi Rp. 1000 ke supir dengan kasar sambil berkata,
aku : “JANGAN NAIKIN HARGA SEENAKNYA BANG!!!!”

si supir ternyata tidak terima dan turun. aku yang melihat hal ini, daripada konyol dan pacarku emang udah mengajakku untuk berjalan, akhirnya berjalan meninggalkan tempat kejadian sambil menoleh kebelakang. dan ternyata supir tersebut tidak turun dengan tangan kosong, melaikan dengan membawa linggis. ya, LINGGIS! aku setengah ngeri akhiran berjalan dengan membawa pacar, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. si supir tersebut tidak mengejar, aku pikir karena waktu itu keadaan sedang ramai ditonton orang-orang. disamping itu, aku sudah berada di lingkungan yang relatif aman karena tidak jauh dari situ adalah rumah pacarku.

edan!

Comments (16)

bimbang

doh, aku paling benci perasaan ini..

bimbang..

gag, gag ko.. untuk bimbang kali ini gag ada hubungannya sama bimbang dalam percintaan. bimbang kali ini jauh lebih dekat sama objek yang sedang kita saksikan bersama, karena bimbang kali ini berhubungan sama dunia per-blog-an.

jauh sebelum ini, aku udah aktif di dunia per-blog-an, tapi mungkin kurang ter-ekspose selain karena mengunakan server kampus yang sering down, juga karena mayoritas isinya yang katarsis. masih inget pertama kali posting di blog yang cukup sering di update itu tanggal 19 januari 2005. sebelum itu sempet juga posting di beberapa situs blog lainnya, tapi jarang banget di update, atau bisa dibilang cuman dikencingin doang, terus ditinggal. ngencingin, cara alamiah bintang untuk menandai daerah teritorial, atau daerah kekuasaan mereka. aku juga melakukan hal yang sama untuk sekedar nge-tek-in domain-nya.

tapi berberapa bulan ini, terjadi hal yang sangat sangat menyebalkan dimana server mahasiswa yang ada di kampus tersebut, baik untuk webserver-nya, php-nya, dan mysql server-nya down untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. efeknya, berkali-kali ada ide yang ingin ditulis untuk blog jadi menguap karena tempat pelampisaannya tidak ada.

akhirnya terpikir solusi untuk pindah ke situs blog gratisan untuk melampiaskan ide menulis. namun, ada rasa sakit hati mengingat jumlah postingan yang sudah aku buat di blog yang ada di server kampus tidak sedikit. ada rasa sayang untuk meninggalakan semua hal yang pernah ada, dan berpaling ke yang lain, ke yang baru.

dan beberapa hari ini, rasa bimbang semakin menjadi. kenapa? karena sudah seminggu ini server mahasiswa dinyalakan lagi! di satu sisi senang karena ternyata history dari postingan-postingan aku yang sebelumnya masih ada. di sisi lain, muncul pertanyaan. mau sampai kapan server mahasiswa ini hidup? jangan-jangan waktu aku memutuskan untuk aktif lagi di-blog dengan menyalurkannnya di server mahasiswa, tapi tidak begitu lama setelah itu, ternyata aku dikecewain lagi untuk jangka waktu yang tidak terbatas..

bimbang..

Comments (3)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (2)